5 Pemain yang Memiliki potensi Ganti Fungsi Messi di Timnas Argentina

5 Pemain yang Memiliki potensi Ganti Fungsi Messi di Timnas Argentina

UNWORKININDONESIA - Di umurnya yang udah sampai 34 tahun, Lionel Messi tetap menjadi favorit tim nasional Argentina sampai sekarang ini. Teranyar, sisa pemain Barcelona ini sukses membawa negaranya melaju ke laga Piala Dunia 2022. La Pulga mesti dipandang memiliki fungsi yang besar sekali dalam perjalanan kubu ke Qatar di tahun depan.

Ia tercatat sebatas sekali bolos serta buat 6 gol di set Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan. Messi keliatannya akan selalu diandalkan Argentina di ajang paling berprestise di dunia itu. Akan tetapi, kalau melihat umurnya kini, jabatan sang pemain jelas dapat habis secepatnya.

Karena itu, Argentina mesti siap sedia buat mencari figure opsi Messi. Sekian lama ini terdapat banyak nama muda yang diperkirakan akan menjadi penerus La Pulga di Timnas Argentina. Berikut lima pemain yang memiliki potensi ganti fungsi Messi di La Albiceleste.


1. Thiago Almada

Thiago Almada sebagai satu diantaranya kemampuan muda teristimewa di perebutan tertinggi Argentina kini. Pesepak bola berusia 20 tahun itu sekarang tengah bela Velez Sarsfield. Kalau melihat mutunya, ia di pandang mempunyai kebolehan buat ganti fungsi Messi.

Musim ini Almada udah menuliskan 9 gol serta 6 assist dari 33 pertandingan buat Velez Sarsfield. Ia benar-benar belum mendapatkan panggilan pertamanya kali buat bela tim nasional Argentina. Akan tetapi, banyak yang memprediksikan apabila Almada akan menjadi pemain kunci La Albiceleste dalam beberapa tahun ke depan.


2. Julian Alvarez

Julian Alvarez menjadi percakapan hangat di kelas tertinggi Argentina sebab sukses tampil bagus bersama River Plate. Musim ini pemain berusia 21 tahun itu udah membikin total 19 gol serta 13 assist dari 40 pertandingan di seluruhnya perebutan. Perform bagus itu membikin sang pemain mendapatkan panggilan buat tampil bersama Timnas senior Argentina.

8 Laga Liga Inggris saat Manchester United Dijebol 5 Gol

Kecewanya Inter Tidak berhasil Menang Atas AC Milan 

Sekian lama ini Alvarez tercatat udah membikin lima pertandingan buat La Albiceleste. Kabarnya sang penyerang jadi target beberapa kubu elite Eropa kini. Team-team dari Inggris, Italia, serta Spanyol dikatakan tertarik sama jasanya.


3. Nicolas Gonzalez

Nicolas Gonzalez

Nicolas Gonzalez  seringkali telah main bersama Lionel Messi di tim nasional Argentina. Pemain berusia 23 tahun ini mulai debutnya dengan La Albiceleste pada tahun 2019 tempo hari. Sekian lama ini pemain Fiorentina itu telah mendata total 15 kompetisi serta menuliskan 2 gol serta 1 assist.

Gonzalez turut membantu kubu saat memenangi ajang Copa America 2021 tempo hari. Sedangkan, pada tingkat klub, sang penyerang tampil cukup baik dengan menyatukan 3 gol serta 2 assist dari 9 kompetisi yang telah dilalui musim ini.


4. Paulo Dybala

Paulo Dybala pertamanya kali main buat tim nasional senior Argentina pada tahun 2015. Meski udah lama main buat La Albiceleste, akan tetapi pemain miliki Juventus itu terus ada di bawah bayang-bayang Lionel Messi. Karena itu, tidak terheran kalau Dybala sebatas mendata 2 gol saja dari 31 pertandingan bersama negaranya.

Akan tetapi, disamping itu, Dybala memiliki potensi jadi penerus Messi apabila pemain PSG itu menggantung sepatu. Bersama Juventus musim ini, Dybala tampil serius impresif dengan membikin 6 gol serta 4 assist dari 11 pertandingan di seluruhnya perebutan.


5. Lautaro Martinez

Lautaro Martinez sebagai satu diantaranya penyerang muda yang memiliki kualitas oke di perebutan bagus Eropa. Ia sekarang tengah jadi penyerang favorit di Inter Milan serta tim nasional Argentina. Pria berusia 24 tahun ini kerjakan debut buat La Albiceleste pada tahun 2018.

Sekian lama ini Martinez udah buat 17 gol serta 5 assist dari 34 pertandingan. Sehabis masa Lionel Messi habis, Martinez diperkirakan akan selalu jadi favorit Argentina di barisan depan. Sisa pemain Racing Club itu menunjukkan perform yang cukup impresif bersama Inter Milan musim ini, di mana ia dapat membikin 5 gol serta 1 assist dari 11 kompetisi di Serie A.

Laga Piala Dunia 2022 memiliki potensi jadi ajang terakhir Lionel Messi bersama tim nasional Argentina. Ia pastilah mengharapkan bisa membawa negaranya sebagai yang terbaik di laga itu. Kalau dapat capai gelar juara itu, piala itu jadi yang kedua buat Messi buat Argentina, sehabis Copa America 2021.

Baca Juga : Perkiraan Inter Milan vs Napoli 22 November 2021

Perkiraan Inter Milan vs Napoli 22 November 2021

unworkinindonesia - Juara bertahan Inter Milan akan melayani Napoli pada minggu ke-13 Liga Italia atau Serie A 2021/22, Senin (22/11/2021). Laga di Stadio Giuseppe Meazza/San Siro ini direncanakan kick-off 00:00 WIB.

Perkiraan Inter Milan vs Napoli 22 November 2021

Di pertandingan paling akhir mereka saat sebelum interval internasional, ke-2 team ini sama tidak berhasil menang. 1 gol penalti Hakan Calhanoglu cukup hanya untuk memberikan Inter hasil seimbang 1-1 dalam derby melawan AC Milan. Dalam pada itu, gol Giovanni Di Lorenzo memberikan Napoli hasil seimbang 1-1 melawan Hellas Verona.


Keadaan di kelas atas juga tidak alami peralihan. Napoli dan Milan belum terkalahkan, masing-masing sudah mengumpulkan 32 point, dan Inter ada di tangga ke-3 dengan 25 angka.


Inter perlu menaklukkan Napoli bila ingin selekasnya memotong jarak. Tetapi, penyiapan Inter sedikit amburadul dengan cidera yang menerpa bek sentra Stefan de Vrij dan pemain depan Alexis Sanchez saat interval internasional.


Kehilangan de Vrij dapat berpengaruh negatif pada pasukan Simone Inzaghi. Karena, pemain Belanda itu ialah opsi khusus di jantung pertahanan Nerazzurri.


Napoli, yang mulai musim ini diatasi bekas pelatih Inter, Luciano Spalletti, mempunyai pola permainan ofensif yang mengerikan. Ada Victor Osimhen sudah cetak 5 gol di Serie A musim ini, Lorenzo Insigne yang telah mengepak 4 gol dan tiga assist.


Harus diingat, ada sebelas pemain berlainan yang telah cetak gol untuk Napoli di Serie A musim ini. Dalam kata lain, teror buat Inter dapat tiba dari tiap baris Napoli.


Bila tidak siaga, atau meleng sedikit saja, Inter dapat dibikin cedera.


Prediksi Formasi Pemain


Inter Milan (3-5-2): Handanovic; Skriniar, Ranocchia, Bastoni; Darmian, Barella, Brozovic, Calhanoglu, Perisic; Dzeko, Lautaro.


Pelatih: Simone Inzaghi.


Informasi tim: De Vrij (cidera), Sanchez (cidera).


Napoli (4-3-3): Ospina; Di Lorenzo, Rrahmani, Koulibaly, Mario Rui; Anguissa, Fabian Ruiz, Zielinski; Politano, Osimhen, Insigne.


Pelatih: Luciano Spalletti.


Informasi tim: Demme (Covid), Ounas (menyangsikan).


Head-to-Head dan Perform


Head-to-Head di Serie A


Tatap muka: 150

Inter Milan menang: 67

Gol Inter Milan: 214

Seimbang: 37

Napoli menang: 46

Gol Napoli: 165.

5 Tatap muka Paling akhir


19-04-2021 Napoli 1-1 Inter (Serie A)

17-12-2020 Inter 1-0 Napoli (Serie A)

29-07-2020 Inter 2-0 Napoli (Serie A)

14-06-2020 Napoli 1-1 Inter (Coppa Italia)

13-02-2020 Inter 0-0 Napoli (Coppa Italia).

5 Laga Paling akhir Inter Milan (S-M-M-M-S)


Baca Juga : 

Kecewanya Inter Tidak berhasil Menang Atas AC Milan


25-10-21 Inter 1-1 Juventus (Serie A)

28-10-21 Empoli 0-2 Inter (Serie A)

31-10-21 Inter 2-0 Udinese (Serie A)

04-11-21 Sheriff 1-3 Inter (UCL)

08-11-21 Milan 1-1 Inter (Serie A).

5 Laga Paling akhir Napoli (S-M-M-M-S)


24-10-21 Roma 0-0 Napoli (Serie A)

29-10-21 Napoli 3-0 Bologna (Serie A)

01-11-21 Salernitana 0-1 Napoli (Serie A)

05-11-21 Legia 1-4 Napoli (UEL)

08-11-21 Napoli 1-1 Verona (Serie A).

Kecewanya Inter Tidak berhasil Menang Atas AC Milan

Kecewanya Inter Tidak berhasil Menang Atas AC Milan

UNWORKININDONESIA - Inter Milan tidak berhasil mengantongi tiga point saat memainkan derby menantang AC Milan di San Siro, Senin pagi hari WIB (8/11/2021). Sempat unggul terlebih dahulu, Inter pada akhirannya harus senang share angka dengan Milan.


Menit 11, Inter unggul terlebih dahulu melalui eksekusi penalti Hakan Calhanoglu. Berlalu enam menit, Inter justru kecolongan melalui gol bunuh diri Stefan de Vrij.


Sebetulnya, Inter bisa jadi kembali unggul sesudah mendapatkan hadiah dari wasit. Sayang, eksekusi Lautaro Martinez dapat diblok oleh penjaga gawang Milan, Ciprian Tatarusanu. Sampai pada akhirnya, Inter tidak berhasil menang.


1. Menggeleng kepala


Hasil ini membuat bek Inter, Milan Skriniar, kecewa. Skriniar tidak mengerti Inter tidak berhasil menang, walau sebenarnya cetak banyak kesempatan.


"Menimbang jumlahnya kesempatan yang kami buat, hasilnya menyebalkan. Kami buang dua point utama. Kami semestinya dapat menang," tutur Skriniar diambil DAZN.


2. Tidak dapat menang saat temu raksasa

  • 5 Wonderkid Serie A yang Pantas Dilihat di Musim 2021/2022
  • Van De Beek Semakin Tidak Sabar Cabut dari MU 
  • Ketidakberhasilan Inter menang atas Milan perpanjang catatan minor musim ini. Milan jadi raksasa ke-2 , sesudah Juventus, yang tidak berhasil ditaklukkan oleh Inter pada musim ini.


    Seterusnya, Inter akan mendapatkan ujian dari raksasa yang lain, Napoli, selesai interval internasional.


    "Kami harus membenahi rekor tatap muka dengan beberapa raksasa. Kembali lagi, saat memimpin saat menantang Milan dan hanya dapat seimbang. Kami telah bermain bagus, terorganisir dan imbang, tetapi tidak tajam di muka," kata Skriniar.


    3. Milan memperpanjang catatan positif


    Dengan hasil ini, Milan malah perpanjang catatan positifnya. Bersama Napoli, Milan sekarang jadi team yang belum terkalahkan dari 5 liga hebat Eropa musim 2021/22.


    Karena, di Premier League, Liverpool pada akhirnya terima kekalahan pertamanya selesai dibekap West Ham dengan score 2-3.

    Baca Juga : Real Madrid Bikin Riwayat Mengerikan di Liga Champions



    Real Madrid Bikin Riwayat Mengerikan di Liga Champions

    Real Madrid Bikin Riwayat Mengerikan di Liga Champions

    UNWORKININDONESIA - Real Madrid pecahkan rekor fenomenal di Liga Champions. Mereka jadi salah satu club yang sukses terlebih dahulu cetak seribu gol dalam riwayat perjalanan persaingan ini berjalan.


    Catatan penting itu dicapai Madrid saat mentas di sesi kualifikasi Group D Liga Champions musim 2021/22. Melayani Shaktar Donetsk di Santiago Bernabeu, Kamis (4/11/2021), Los Blancos sanggup menang tipis 2-1.


    Madrid unggul terlebih dahulu melalui Karim Benzema saat pertandingan jalan 14 menit, tetapi keunggulan itu tidak tahan lama, karena menjelang turun minum team tam menyamai posisi melalui Fernando. Untung, Benzema kembali cetak gol menit 61, sekalian pahlawan kemenangan team.


    1. Real Madrid jadi club tersubur di persaingan Eropa

    Diambil Opta, brace dari Benzema itu menjadi peristiwa paling khusus untuk Madrid. Karena, mereka sukses cetak gol ke-1.000 di Liga Champions. Catatan itu pasti penting, ingat tidak ada satu juga team yang dapat sesubur, atau dekati catatan gol Madrid.


    Bayern Munich jadi club ke-2 yang punyai catatan gol paling banyak di Liga Champions. Namun, jumlah gol mereka masih jauh terpaut dari Madrid. Die Roten baru sanggup cetak 768 gol sejauh perjalanannya di Liga Champions.


    Sementara, seteru Madrid, Barcelona, mengikuti di rangking ke-3 sebagai club tersubur. Mereka sanggup mengumpulkan 655 gol dalam gelaran sama.


    2. Benzema ngomong Alhamdulillah

    Benzema

    Benzema benar-benar suka dapat menolong team cetak riwayat. Menurutnya, catatan itu bukan kontributor akhir darinya dalam menolong team memahat rekor. Lebih dari itu, striker asal Prancis itu janji bawa Madrid semakin berprestasi dan raih beragam gelar, terhitung di Liga Champions.


    "Senang dengan team ini dan saya janji terus akan memahat riwayat club," cuit Benzema dalam account Twiter pribadinya dituruti tagar #halamadridynadamas #Alhamdulilah.

  • 8 Laga Liga Inggris saat Manchester United Dijebol 5 Gol
  • 5 Wonderkid Serie A yang Pantas Dilihat di Musim 2021/2022
  • Minimal ini membuat Benzema semakin optimis jadi unggulan Madrid musim ini sebelumnya setelah ada selalu dalam bayangan pemain bintang.


    3. Benzema menjadi pemain tersubur ke-4 di Bernabeu

    Saat sebelum Benzema pastikan gol ke-1.000 Madrid, Cristiano Ronaldo sempat membuat catatan bagus dengan cetak gol ke-800 dan 900 club saat mentas di Liga Champions. Jauh sebelumnya, ada Gonzalo Higuain cetak gol ke-700, David Beckham (600) dan Guti (500) untuk Madrid.


    Selainnya rekor gol club, brace Benzema meletakkannya menjadi pemain ke-4 yang terbanyak cetak gol untuk Madrid. Pemain berumur 33 tahun itu telah mengumpulkan 292 gol sepanjang ada di Bernabeu.


    Catatan gol Benzema cuman kalah atas Ronaldo (450 gol), Raul Gonzales (325), Alfredo di Stefano (266). Sementara, catatan kesuburannya di Liga Champions telah capai 75 gol (63 bersama Madrid), jumlah itu cuman kalah atas Raul (66) dan Ronaldo (105).

    Baca Juga : Van De Beek Semakin Tidak Sabar Cabut dari MU


    Van De Beek Semakin Tidak Sabar Cabut dari MU

    Van De Beek Semakin Tidak Sabar Cabut dari MU

    UNWORKININDONESIA - Pemain tengah tidak kepakai Manchester United, Donny van de Beek, semakin tidak betah. Ia sudah tidak sabar untuk cabut dari MU dan minta agennya untuk cari club baru.

    Untuk memuluskan tujuannya, Van de Beek sampai tukar agen. Sekarang, ia ada di bawah pengendalian seorang agen namanya Ali Dursun. Pekerjaan pertama Dursun dari Van de Beek telah ada, yaitu mencari club yang dapat kasih agunan main baginya.

    1. Van de Beek frustrasi

    Van de Beek semakin frustrasi di MU. Sampai sekarang, pemain tengah 24 tahun itu belum mendapatkan peluang main secara reguler di tim Setan Merah.

    Ia kalah saing dari Bruno Fernandes, Paul Pogba, Fred, Scott McTominay, dan Nemanja Matic. Sebetulnya, cukup mengejutkan karena Van de Beek semestinya diberi peluang jika merupakan tulang punggung masa datang MU.

    2. MU kebingungan perlakukan Van de Beek

    MU memang banjir kritikan karena dipandang tidak mempunyai gagasan khusus saat datangkan Van de Beek. Manager MU, Ole Gunnar Solskjaer, kebingungan ingin dimainkan di mana Van de Beek.

    Solskjaer sebetulnya sempat ngomong jika Van de Beek sisi dari gagasan periode panjang MU. Tetapi, jika itu niat Solskjaer, semestinya Van de Beek diberi peluang main semakin banyak.

    3. Tukar dengan agen yang cermat

    Van De Beek

    Kawan-kawan Van de Beek di MU tidak tinggal diam. Mereka memberi jalan keluar supaya Van de Beek tidak membusuk di Old Trafford.

    Sampai pada akhirnya, banyak yang merekomendasikan supaya Van de Beek tukar agen. Kerja-sama dengan Guido Alberts disudahi, selanjutnya Ali Dursun diambil oleh Van de Beek.

    Baca Juga

    Ali Dursun dipandang seperti salah satunya agen terbaik Eropa. Karena, ia jadi orang dibalik kesuksesannya kepindahnya kompatriotnya, Frenkie de Jong, dari Ajax ke Barcelona pada 2019 kemarin.

    4. MU tolak penawaran Everton

    Van de Beek sebetulnya nyaris mendekat ke Everton. Tetapi, MU memblok kepindahnya. Berita itu dibuka oleh bekas agennya, Guido Alberts.

    Everton sebetulnya masih inginkan Van de Beek dan berminat untuk meminjamnya Januari 2022 kedepan. Ini pasti jadi peluang buat Van de Beek cabut.

    "Kami memiliki inisiatif untuk cari club baru dan opsi jatuh ke Everton. Kami buka perbincangan dengan perwakilan mereka seperti Marcel Brands dan Farhad Moshiri," ungkapkan Guido Alberts.

    "Saat sebelum deadline transfer, kami terima telephone dari Solskjaer jika transfer tidak bisa dilaksanakan dan dia minta Van de Beek untuk melapor ke latihan esok harinya," sambungnya.


    5 Wonderkid Serie A yang Pantas Dilihat di Musim 2021/2022

    Unworkinindonesia - Wonderkid menjadi satu diantara hal yang memikat di dunia sepak bola. Istilah Wonderkid mengarah pada pemain muda berusia optimal 21 tahun yang berpotensi menjadi pemain kelas dunia. Kedatangan wonderkid jadi jalan keluar periode panjang untuk suatu club. Talenta scouting dari tim-tim besar Eropa akan ‘mencari' pemain muda prospektif untuk diambil.


    Serie A 2021/2022 sebagai salah satunya liga ada di rangking lima besar. Serie A telah jalan sampai gionarta ke 9. Dengan rataan umur 26,delapan tahun, performa wonderkid menjadi satu diantara hal yang ditunggu di Serie A. Lalu, siapa wonderkid Serie yang pantas untuk dilihat performanya?


    1. Radu Dragusin




    Mengawali karier di club Sportul Studențesc dan Regal Sport București, Dragusin diambil oleh Juventus pada 2018. Pria berusia 19 tahun ini memperoleh kiprah di tim senior pada 2 Desember 2020 saat Juventus menantang Dinamo Kiev di Liga Champion. Keseluruhan 2 performa dia catatkan bersama tim senior Sang Nyonya Tua.


    Punggawa tim nasional U-21 Rumania ini mempunyai kekuatan tanding udara dan peletakan status yang bagus. Sekarang ini dia dipinjam oleh club Serie A yang lain, Sampdoria. Bek muda yang dipanggil The Next Chivu ini baru mencatat 1 performa saat Sampdoria menang 2-1 atas Spezia.


    2. Cedera Romero


    Pada 24 Juni 2020, saat laga di antara RC Mallorca dan Real Madrid, Cedera Romero, 15 tahun 219 hari masuk sebagai alternatif di menit ke-83 di tim Mallorca. Performa kiprahnya itu pecahkan rekor pemain paling muda La Liga. Rekor ini awalnya digenggam oleh Sanson, pemain Celta Vigo di umur 15 tahun 255 hari dan bertahan semenjak 1939.


    Sesudah tampil 7 kali dan cetak satu gol untuk club Mallorca, pemain berkelahiran kota Durango, Meksiko ini diambil oleh peserta Serie A, Lazio pada Juli 2021. Selama ini, Romero baru tampil 1 kali bersama tim khusus Le Aquile saat menang 6-1 menantang Spezia pada 28 Agustus 2021.


    3. Riccardo Calafiori


    Pemain berumur 19 tahun ini sebagai produk binaan sekolah tinggi AS Roma. Sesudah bergelut dengan cidera lutut yang dirasakannya semenjak tahun 2018, Calafiori mendapatkan kiprahnya di tim senior I Giallorossi pada 1 Agustus 2020, saat Roma mencetak kemenangan 3-1 atas Juventus. Bermain di status bek kiri dan pemain tengah kiri, dia tampil sekitar 8 kali dan cetak satu gol di semua persaingan musim 2020/2021.


    Pada musim ini, pria kelahiran ibu-kota Italia, Roma sudah mencatat 7 performa dan sudah mencatatkan 2 assist. Di tingkat dunia, Calafiori sebagai punggawa tim nasional U-21 Italia dan sudah tampil sekitar 3x.


    4. Giacomo Raspadori


    Pemain berkelahiran 18 Februari 2000 ini sebagai produk sekolah tinggi Sassuolo. Dia tampil di laga kiprahnya saat I Neroverdi kalah 3-1 dari Atalanta pada 26 Mei 2019.


    Musim kemarin, catatan enam gol dan 3 assist kepunyaannya dari 28 performa di semua persaingan sukses mengantar Sassuolo menempati di status 8 klassemen akhir Serie A. Pada musim ini, dia sudah tampil dalam 9 laga dan cetak satu gol.


    Di tingkat dunia, Raspadori sebagai sisi dari tim tim nasional muda Italia yang bertanding di Euro U-19 2019 dan Euro U-21 2020. Performa apiknya membuat Roberto Mancini panggilnya ke tim senior Italia dan mencatat kiprahnya pada 4 Juni 2021. Selama ini, dia sudah kantongi 6 caps dan cetak satu gol saat Italia menang 5-0 atas Lithuania di kwalifikasi Piala Dunia.


    5. Mikkel Damsgaard


    Dibawa dari club asal Denmark, Nordsjælland sejumlah 6.75 juta Euro, Damsgaard jadi unggulan Sampdoria di bidang sayap kiri. Pada musim 2020/2021, pemain berumur 21 tahun ini tampil 37 kali dan cetak dua gol dan 4 assist di semua persaingan. Pada musim ini, dia sudah tampil sekitar 8 kali untuk I Blucerchiati.


    Di tingkat dunia, Damsgaard jadi sisi dari tim Denmark yang meluncur ke set semi-final Euro 2020. Tampil sekitar 5 laga, dia sukses mencatat dua gol dan 1 assist. satu gol kepunyaannya dikandangkan ke gawang Jordan Pickford melalui sepakan bebas saat Denmark kalah 2-1 atas Inggris di set semi-final.


    Performa apiknya bersama Denmark di gelaran Euro 2020 mengundang perhatian tim-tim besar eropa. Inter, Juventus, AC Milan, Aston Villa, dan Tottenham diberitakan tertarik membawa pemain dengan nomor punggung 38 ini.

    Baca Juga : 8 Laga Liga Inggris saat Manchester United Dijebol 5 Gol

    6. Dusan Vlahovic



    Salah satunya penyerang muda yang digadangkan bisa menjadi striker nomor top. Dibawa dari club Serbia, Partizan dengan harga 1.95 juta Euro, dia jadi ujung tombak untuk Fiorentina. Tampil sekitar 94 laga semenjak musim 2018/2019 bersama team khusus I Viola, dia sudah cetak 36 gol di semua persaingan.


    Di tingkat dunia, pemain berumur 21 tahun ini telah bela tim nasional Serbia dimulai dari tingkat U-15. Kiprahnya di team senior dia peroleh di gelaran UEFA Nations League saat Serbia menantang Hungaria pada 11 Oktober 20210. Selama ini, Vlahovic sudah kantongi 12 caps dan melepaskan enam gol untuk The Eagles.


    7. Emanuel Vignato


    Pemain berkelahiran 24 Agustus 2020 ini sudah tampil 8 kali pada musim 2021/2022. Musim kemarin, dia tampil sekitar 33 kali dan mencatat dua gol dan 5 assist. Isi bidang sayap kiri, Vignato sebagai produk binaan Chievo Verona yang dibeli oleh Bologna dengan harga 4,dua juta Euro.


    Di tingkat dunia, pemain berumur 21 tahun ini sebagai punggawa tim nasional umur muda Italia. Dia sudah tampil dari tim nasional U-17 sampai tim nasional U-21. Di tim nasional U-21, dia sudah tampil 2x dan cetak satu gol.




    8 Laga Liga Inggris saat Manchester United Dijebol 5 Gol

    Manchester United kembali memetik hasil jelek dalam kelanjutan Liga Inggris. Sesudah pada minggu awalnya harus menyerah dari Leicester City dengan score 4-2, sekarang mereka dibuat malu Liverpool lima gol tanpa balas di Old Trafford.


    Perform Manchester United di bawah Ole Gunnar Solkjaer musim ini dapat disebut jauh dari kata stabil. Pembelian beberapa pemain bintang jenis Jadon Sancho, Raphael Varane, sampai Cristiano Ronaldo bisa dibuktikan belum sanggup membuat mereka dapat berkompetisi di kelas atas.


    Menariknya, kekalahannya dengan Liverpool bukan pertama kali mereka kecolongan sampai lima gol. Berikut delapan laga Liga Inggris saat Manchester United kecolongan lima gol atau lebih.


    1. Newcastle United 5-0 Manchester United (Oktober 1996)



    Newcastle United menyongsong pertandingan menantang Manchester United dengan bawa visi balas sakit hati sesudah musim awalnya kalah berkompetisi dalam persaingan perebutan gelar Liga Inggris walau sudah unggul 12 point. Apa lagi, The Magpies barusan pecahkan rekor transfer dunia dengan datangkan Alan Shearer.


    Bisa dibuktikan, Newcastle sanggup membuat pertahanan MU kewalahan dengan gelontoran lima gol. Darren Peacock buka keunggulan pada menit keduabelas, selanjutnya diikuti masing-masing satu gol dari David Ginola, Alan Shearer, dan ditutup dengan gol elok dari Philippe Albert.


    2. Southampton 6-3 Manchester United (Oktober 1996)


    Barusan mendapatkan kekalahan malu-maluin dari Newcastle United, seminggu berlalu mereka kembali mendapatkan hasil jelek saat menantang Southampton. Dikomandoi oleh Matt Le Tissier, Southampton sanggup memenangi laga dengan score mutlak 6-3.


    Kartu merah yang diterima Roy Keane saat pertandingan baru saja berjalan 20 menit cukup membuat MU hilang konsentrasi. Hal menarik yang lain dari pertandingan ini ialah MU menukar baju warna abu-abu jadi biru saat penggantian set. Tetapi, itu kelihatannya tidak terlampau mempengaruhi hasil laga.


    3. Chelsea 5-0 Manchester United (Oktober 1999)


    Manchester United tiba ke Stamford Bridge dengan rasa optimis tinggi sesudah pada musim awalnya berhasil raih treble winner. Di lain sisi, Chelsea musim awalnya tidak kalah baik dan cuman tertaut 4 angka dari Setan Merah.


    Pertandingan dibuka dengan gol kilat dari Gustavo Poyet di menit pertama, selanjutnya Chris Sutton sanggup melipatgandakan keunggulan saat pertandingan jalan 16 menit. Pertandingan makin susah untuk Manchester United saat Nicky Butt ditendang ke luar lapangan di menit ke-23 sesudah turut serta perselisihan dengan Dennis Wise.


    Unggul satu pemain membuat Chelsea makin kuasai jalannya laga. Poyet cetak gol ke-2 nya saat sebelum Henning Berg dan Jordy Morris tutup acara pesta kemenangan Chelsea dengan score 5-0.


    4. Manchester United 1-6 Manchester City (Oktober 2011)


    Pertandingan ini kemungkinan menjadi satu diantara laga paling malu-maluin untuk Manchester United. Tidak cuman kalah dari score malu-maluin dari pesaing sekota mereka, kekalahan ini jadi kekalahan kandang terjelek setan merah dalam 56 tahun.


    Peristiwa yang tidak dapat dilalaikan ialah saat Mario Baloteli lakukan selebrasi dengan buka kaosnya yang tertulis "Why Always Me" sesudah cetak gol pertama di laga itu.


    Pertandingan ini diwarnai kartu merah yang diterima Johnny Evans pada menit ke-47. Selainnya Balotelli, Sergio Aguero, Edin Dzeko, dan David Silva ikut mencatat namanya di papan score. Sementara MU cuman sanggup membalasnya satu gol melalui sontekan Darren Fletcher.


    5. West Bromwich Albion 5-5 Manchester United (Mei 2013)



    Pertandingan menantang West Bromwich Albion di tahun 2013 sangat terasa khusus karena pertandingan ini jadi terakhir kali Sir Alex Ferguson jadi pelatih Setan Merah sesudah 26 musim yang penuh keberhasilan.


    Manchester United tampil oke pada awal pertandingan dan sanggup unggul tiga gol terlebih dahulu melalui sontekan Shinji Kagawa, Jonas Olsson, dan gol bunuh diri Alexander Buttner. Tetapi, WBA sanggup menipiskan kondisi karena James Morisson dan Romelu Lukaku.


    MU kembali unggul sesudah Robin van Persie dan Javier Hernandez mencatat nama mereka di papan score. West Brom yang tidak ingin berserah demikian saja sanggup menyamai kondisi sesudah Lukaku cetak hattrick dan tambahan satu gol dari Youssef Mulumbu.


    6. Leicester City 5-3 Manchester United (September 2014)


    Seperginya Sir Alex Ferguson, Manchester United tidak lagi sanggup memimpin Liga Inggris. Sesudah ketidakberhasilan David Moyes, sekarang setan merah menunjuk Louis van Gaal sebagai juru strategi baru. Bahkan juga, mereka datangkan Angel Di Maria dari Real Madrid.


    Tetapi, kelihatannya itu semua tidak terlampau berpengaruh banyak, MU cuman sanggup finish di rangking ke-4 di akhir musim. Salah satunya peristiwa tidak terlewatkan musim itu ialah kekalahannya dengan Leicester City dengan score 5-3. Walau sebenarnya, saat itu The Foxes nyaris terdegradasi.


    Leicester City yang tampil di kandang sendiri tidak gentar sedikit juga menantang team besar jenis Manchester United. Sempat unggul dua gol, pada akhirannya setan merah harus mengaku kalah dari Leicester City.


    7. Manchester United 1-6 Tottenham (Oktober 2020)


    Pada pertandingan ini sebetulnya Manchester United sanggup unggul terlebih dahulu melalui titik putih yang dilakukan secara baik oleh Bruno Fernandes. Tetapi, Tottenham secara cepat mengubah kondisi karena Tanguy Ndombele dan Son Heung Min cuman dalam tempo 3 menit.


    Kondisi makin susah untuk setan merah sesudah Anthony Martial mendapatkan kartu merah di menit ke-28. Kemudian, The Lily White tidak terhentikan dan cetak tambahan empat gol melalui Serge Aurier dan sepasang gol dari Harry Kane. Hasil ini mengulang-ulang catatan jelek saat mereka dihajar Manchester City di kandang sendiri dengan score sama.


    8. Manchester United 0-5 Liverpool (Oktober 2021)


    Liverpool sukses membuat malu Manchester United di kandang sendiri pada minggu kesembilan Liga Inggris musim ini. Pasukan Jurgen Klopp sanggup membuat setan merah demikian frustrasi dengan gelontoran lima gol. The Reds menang cepat saat pertandingan baru saja berjalan 5 menit melalui sontekan Naby Keita.


    Kemudian, Diogo Jota sanggup melipatgandakan keunggulan di menit ke-13 saat sebelum Mohamed Salah lengkapi kemenangan prima Liverpool melalui catatan 3 golnya. Hasil ini makin menambah status Ole Gunnar Solskjaer ada di ujung sundul.